Tags

, ,

السلام عليكم و رحمة الله و بركا ته ـ بسم الله الرحمن الرحيم

Pagi yang cerah. Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan bertemu dengan hari as-syuro atau hari ke 10 di bulan Muharram ini. Beruntunglah bagi kita semua yang bisa melaksanakan shaum di hari kemarin dan hari ini. Mengapa demikian? Pasalnya, shaum asy-syuro ini memiliki keistimewaan yang bisa membuat kita rugi jika kita tidak mendapatkannya. Apa sajakah itu? Hmm… saya akan coba menuangkannya di postingan kali ini, berdasarkan apa yang saya dapat dari ta’lim, beberapa buku dan hasil surfing di internet.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh Imam Syafi’I r.a. Imam Syafi’I r.a. berkata bahwa terdapat hadits Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda: “Jika aku menjumpai tahun yg akan datang aku akan berpuasa 9 dan 10 Muharram.” Namun beliau wafat dan tidak sempat melaksanakan puasa 9 – 10 itu.

Subhanallah, bahkan Rasulullah pun menempatkan shaum tanggal 9 dan 10 Muharram di tempat yang istimewa. Kita sebagai umatnya yang mencintainya tentu harus mencontoh apa yang menjadi kecintaan Rasulullah, tentunya berlandaskan pula atas kecintaan dan niat kita karena Allah ta’ala. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla menyampaikan usia kita pada hari Asy-Syuro’ yang akan datang lagi, dan memberikan kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalannya. Amin.

Tidak pernah bisa kita pungkiri, bahwa semua hal yang Rasulullah contohkan adalah kebaikan, dan semua yang baik berasal dari Allah. Begitupun dalam shaum asy-syuro ini. Banyak sekali keutamaan dalam shaum ini. Al-Faqih Abu laits Samarqondi ra. meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu ‘Abbas ra. katanya, Rosul SAW. bersabda :

Barangsiapa puasa hari Asy-Syuro (Tanggal 10) Muharram, pasti Allah memberi 10.000 pahala Malaikat, 10.000 pahala orang ‘ibadah Hajji dam ‘Umroh. 10.000 para Syuhada (yang mati syahid).

Dan barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada tanggal 10 Muharram, pasti Allah mengangkat derajatnya dengan setiap rambut yang diusapnya.

Dan barangsiapa yang memberi buka orang yang berpuasa Asy-Syuro’, pahalanya sama dengan mengenyangkan perut umat Muhammad SAW. seluruhnya.

Sahabat bertanya; “Apakah yang menyebabkan Allah melebihkan hari asy-syuro’ Ya Rosul?”

Jawab beliau SAW.: “Karena di hari itulah Allah SWT. :

  1. Menciptakan Langit-Bumi, Gunung, Lautan, Qolam, dan Manusia (yaitu) Adam-Hawa dan syurga.
  2. Memasukkannya Adam as. ke syurga.
  3. Lahirnya Rasulullah Ibrohim as.
  4. Diselamatkannya Rasulullah Ibrohim as. dari kobaran api Namrudz.
  5. Tenggelamnya Fir’aun.
  6. Disembuhkannya penyakitnya Rasulullah ‘Ayyub as.
  7. Diterima taubatnya Rasulullah Adam as.
  8. Diampuni dosanya Rasulullah Daud as.
  9. Dipulihkannya (dikembalikannya) kerajaan Rasulullah Sulaiman as.
  10. Terjadinya hari kiamat.

Dalam penjelasannya Al-Faqih Abu laits Samarqondi ra. berkata; “Disebut Asy-Syuro’ karena TEPAT hari ke 10 Muharram, dan menurut pendapat lain disebut (Asy-Syuro’/hari ke 10 Muharram) sebab para Rasulullah dimulyakan dengan 10 kehormatan, yaitu :

  1. Diterimanya taubat Rasulullah Adam AS.
  2. Diangkatnya derajat Rasulullah Idris AS.
  3. Mendaratnya kapal Nabu Nuh AS.
  4. Dilahirkan dan dilantiknya Rasulullah Ibrohim selaku “KholilulLOH” serta diselamatkannya dari kobaran api Namrudz.
  5. Diterimanya taubat Rasulullah Daud AS.
  6. Diangkatnya Rasulullah ‘Isa AS. ke langit.
  7. Diselamatkannya Rasulullah Musa AS. dari kejaran Fir’aun.
  8. Ditenggelamkannya Fir’aun.
  9. Dikeluarkannya Rasulullah Yunus AS. dari dalam perut ikan hiu.
  10. Dikembalikannya kerajaan Rasulullah Sulaiman AS.

Menurut pendapat lain, disebut (Asy-Syuro’/hari ke 10 Muharram) sebab adanya 10 kehormatan bagi umat (Rasulullah Muhammad SAW) ini, yaitu ;

  1. Bulan Rojab dijadikan bulan kemulyaan umat ini, melebihi umat yang lainnya.
  2. Bulan Sya’ban dijadikan bulan kemulyaan Rasulullah Muhammad SAW. melebihi Rasulullah-Rasulullah lainnya.
  3. Bulan Romadhon melebihi keutamaan bulan lainnya, sebagaimana Allah mengungguli semua makhluq-NYA.
  4. Malam Lailatul-Qodar melebihi 1000 bulan dalam kebaikannya.
  5. Hari Raya ‘Iedul-Fitri sebagai hari pembalasan (pahala puasa).
  6. (Puasa) hari ‘Arofah dapat menebus dosa selama 2 tahun.
  7. Hari Raya ‘Iedul-Adl-ha adalah hari qurban.
  8. Hari Jum’at adalah hari paling mulia diantara semua hari.
  9. (Puasa) hari Asy-Syuro’ dapat menebus dosa selama satu tahun.

Ibnu ‘Abbas ra. Berkata:

“Ketika Rasulullah SAW. telah hijrah ke Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi puasa pada hari Asy-Syuro’. Maka Rasulullah SAW. bertanya : “Hari apakah yang kamu berpuasa ini?” Jawab mereka : “Hari ini besar, pada hari ini Allah menyelamatkan (Rasulullah) Musa as. dan menenggelamkan Fir’aun beserta tentaranya. Maka Rasulullah Musa as. telah berpuasa untuk syukur pada Allah. Dan kamipun puasa pada hari ini.”

Maka Rasulullah SAW. bersabda :

فَنَحنُ أحَقَّ و أوْلىَ بِمُوْ سَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ رَسًوْ لُ اللهِ صَلَّى عَلَــيْهِ و سَـــلَّمَ و أمَرَ أصَحَـا بهِ بِصَوْ مِهِ

“Maka kamilah yang lebih layak mengikuti Musa AS. dari pada kamu. Lalu Rasulullah SAW berpuasa dan menyuruh para sahabat supaya puasa.” (HR. Syaikhuna).

Rasulullah SAW. merasa lebih berhak untuk mensyukuri dan memperingati agama Allah dan perjuangan-perjuangan para Nabi dan Rasul-Nya. Maka setelah peristiwa itu, shaum Asy-Syuro’ di bulan Muharram menjadi sunnah yang diutamakan seperti hadits bersumber dari Abu Hurairah radiyallaahu ‘anhu:

“Seutama-utama waktu shaum setelah Ramadhan adalah SyahrulLaah Al Muharram (Bulan Muharram).”

[HR Muslim, Abu Dawud, Aunul Ma'bud:2412, At Tirmidi:740, shahih Ibn Hibban hadits no.3636 ]

Dan para Ulama menganjurkan untuk banyak berpuasa di bulan Muharram, berdasarkan hadist di atas, terutama di hari Asy-Syuro. Fadhilah Shaum ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram) menurut Abu Qataadah radliyalLaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

“Shaum Arafah menghapus dosa dua tahun, sedangkan shaum ‘Asyura’ menghapus dosa satu tahun sebelumnya.” [HR.Muslim:1162].

“Shaumlah kalian pada tanggal sembilan dan sepuluh (Muharram) dan jangan kalian menyerupai orang Yahudi.” [HR. At Tirmidzi:3/287]

Hadist tersebut menunjukkan agar kita tidak menyerupai kaum Yahudi dalam melaksanakannya. Menurut para ulama, jika kita tidak sempat atau lupa shaum tanggal 9, maka shaum tanggal 10 nya sebaiknya diikuti shaum tanggal 11 Muharram. Berikut hadist yang mendasarinya :

“Shaumlah hari ‘Asyura’ dan selisihilah Yahudi, maka shaumlah satu hari sebelum dan satu hari sesudahnya.” [HR. Ahmad:1/239].

Dalam madzhab Imam Syafi’i, shaum asy-syuro utamanya ada pada tanggal 9-10, karena Imam Syafi’i berfatwa terdapat hadits Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi Wasallam bahwa jika Rasulullah menjumpai tahun yg akan datang Rasulullah akan berpuasa 9 dan 10 Muharram, namun beliau wafat dan tidak sempat melaksanakan puasa 9 – 10. Imam Syafi’i ra. pun berfatwa bahwa puasa 9-10 jauh lebih berhak dilakukan, demi tidak menyamai yahudi yg berpuasa hanya pada 10 Muharram saja, karena Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengajarkan untuk tidak menyamakan diri dengan yahudi dan nasrani.

Dari İbnu Abbas Rodhiyallaahu ‘Anhu, ia berkata, bahwasanya Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda:

‘’Sesungguh seandainya aku masih sampai pada tahun depan, niscaya aku akan puasa taasu’a pada hari ke-9 (Dari bulan Muharram).” (Hadits Riwayat Shohih Muslim)

Dalam ilmunya, kata Taasu’a diambil dari kata tis’atun yang artinya 9, makanya hari Taasu’a jatuhnya pada hari ke-9 Muharram. Begitu juga kata Aasyuuro diambil dari kata ‘Asyarotun yang artinya 10, makanya hari Asy Syuro jatuhnya pada hari ke-10 Muharram.

Adapun sunnah lain pada bulan Muharram ini, sebagaimana dijelaskan oleh Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawwa: Sunnah membelanjakan hadiah untuk istri dan keluarga di hari asyura, dan para sahabat menjadikan puasa untuk anak-anak mereka yg masih bocah pula.

Hadist dari Abu Said ra. Ia berkata;

“Siapa yang meluaskan pemberian pada anak-keluarganya di hari Asy-Syuro’, maka Allah akan meluaskan rizkinya sepanjang tahun itu”. (HR. Ath-Thobroni dan Al-Baihaqi)

Al Faqih Samarqondi ra, yg sanadnya dari Hafshah ra. katanya : “ada 4 perkara, Rasulullah SAW. tidak pernah absen (tidak mengamalkannya), yaitu:

1. Puasa di hari Asy-Syuro

2. Puasa 3 hari setiap bulannya (13, 14 15 bulan hijriyyah)

3. Puasa di hari-hari awal Muharram (1-10 Muharram)

4. Sholat sunnat fajar (sebelum masuk waktu shubuh).

Demikianlah mengapa shaum asy syuro dan hari ke 10 bulan Muharram ini menjadi istimewa dengan keistimewaan yang berada di dalamnya. Semoga kita bisa mengamalkannya dengan penuh kecintaan akan Allah dan Rasulnya. Semoga kita juga bisa melaksanakan perkara baik yang selalu dijaga oleh Rasulullah dengan penuh kemudahan dan kekuatan untuk selalu istiqomah agar diri ini selalu terhiasi dengan ilmu dan amal yang baik. Wallahu A’lam bish-Showab.

 

*)Jazakallahu untuk Ustad di Pesantren Miftahul Huda Al-Hadi yang membawakan materi ini saat riyadhoh sehingga saya menjadi tahu dan bisa menulis tulisan ini, semoga ilmu yang ustadz berikan selalu dirahmati Allah, amin. Jazakallahu juga pada penulis yang tidak mencantumkan namanya (dan saya lupa mencatat websitenya) yang saya sadur info hadist-hadistnya. Semoga kebaikan beliau-beliau dalam menyebarkan ilmu dibalas oleh Allah dengan istimewa. Barakallahufiikum. Amin.

 

^_^ selamat menjalankan ibadah shaum asy-syuro.. ^_^

Salam Fastabiqul khairat..

 

About these ads