Tags

, , , ,

Baiklah, postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya yang tadi pagi dipublish. Silahkan melihat tulisan sebelumnya mengenai pembelahan sel secara mitosis agar lebih mudah memahami pembahasan ini.

Meiosis

Reproduksi seksual mencakup pembentukan gamet-gamet (gametogenesis) dan pembuahannya (fertilisasi). Gametogenesis berlangsung di dalam alat reproduksi (gametangium).

Gamet bersifat haploid (n) tetapi berasal dari sebuah sel induk diploid (2n). Berhubungan dengan hal tersebut, pembentukan gamet harus didahului dengan pembelahan reduksi dari jumlah kromosom dan pembelahan ini disebut dengan meiosis. Berbeda dengan mitosis, meiosis ini berlangsung dalam 2 tingkat.

1.1. Meiosis I

Pada meiosis tingkat ini, dibedakan menjadi 4 tahap, yaitu profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I.

1.1.1.   Profase I

Tahap profase pada meiosis berbeda dengan mitosis, yaitu bahwa kromosom-kromosom homolog membentuk pasangan, yang dinamakan bivalen. Proses berpasangannya kromosom homolog dinamakan sinapsis. Kemudian setiap anggota bivalen membelah memanjang, sehingga terbentuklah 4 kromatid. Ke empat kromatid padad satu bivalen dinamakan tetrad. Selama sinapsis, dapat terjadi pindah silang (crossing over), yaitu peristiwa penukaran segmen dari kromatid-kromatid dalam sebuah tetrad.

1.1.2. Metafase I

Pada tahap ini, bivalen-bivalen menempatkan diri di bidang tengah dari sel secara acakan (random).

1.1.3. Anafase I

Kromosom homolog yang mengadakan sinapsis mulai bergerak untuk berpisah. Kromatid-kromatid serupa yang menyusun tiap kromosom tetap berhubungan pada daerah sentromer. Daerah kromosom tersebut dalam tiap bivalen menjauhkan diri dan bergerak ke kutub spindel yang berlawanan letaknya. Artinya, setiap krmosom masih tersusun atas dua kromatid yang masih berhubungan pada daerah sentromer.

1.1.4. Telofase I

Tibanya kromosom di kutub spindel menandakan berakhirnya anafase I dan dimulainya telofase I. Dinding nukleus dan nukleolus terbentuk lagi, jumlah kromosom haploid terdapat dalam nukleus yang baru dibentuk. Tiap kromosom terdiri dari dua kromatid. Apabila kita menghitung banyaknya kromatid, maka dapat diambil kesimpulan bahwa reduksi jumlah kromosom belum berlangsung secara sempurna. Akibatnya terdapatlah dua genom, yaitu dua set gen atau informasi genetik yang lengkap. Untuk tercapainya reduksi dalam pengandungan genom maupun kromosom, maka diperlukan berlangsung pembelahan meiosis II.

1.2. Meiosis II

Pada meiosis tingkat ini, dibedakan menjadi 4 tahap, yaitu profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II.

1.2.1. Profase II

Pada tahap ini, serabut serabut gelendong terbentuk lagi. Berikut adalah gambarannya.

1.2.2. Metafase II

Sentromer-sentromer menempatkan diri di tengah sel.

1.2.3. Anafase II

Sentromer dari tiap kromosom membelah, kromatid-kromatid memisahkan diri dan bergerak ke kutub yang berlawanan dan merupakan kromosom. Berikut merupakan gambar dari anafase II.

1.2.4. Telofase II

Berlangsunglah sitokenesis lagi, diikuti dengan terbentuknya dinding inti.

Jadi pada sebuah Meiosis, sebuah sel induk diploid akhirnya menghasilkan empat sel anakan masing-masing haploid.

Agar lebih memahami materi, pembahasan selanjutnya adalah gametogenesis. Hasil akhir dari meiosis biasanya tidak langsung berupa gamet, melainkan memerlukan sedikit waktu untuk berkembangn menjadi gamet. Proses ini disebut maturasi. Pembelahan meiosis terjadi pada organ reproduksi dengan menghasilkan sel-sel kelamin yang haploid (n). Pembelahan meiosis yang menghasilkan sel-sel kelamin (gamet) disebut gametogenesis.

Gametogenesis yang terjadi pada sel hewan dan manusia dikenal sebagai spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel sperma. Spermatogenesis menghasilkan 4 sel sperma dari 4 sel anakan pembelahan meiosis. Oogenesis hanya menghasilkan 1 sel telur dari 4 kemungkinan sel anakan. Dalam hal ini, 3 sel anakan lainnya mengalami degenerasi dan hancur.

gametogenesis pada sel tumbuhan dikenal sebagai mikrosporogenesis (proses pembentukan sel kelamin jantan) dan makrosporogenesis (proses pembentukan sel kelamin betina).

Pembelahan meiosis ini menjadi penting karena dapat mempertahankan jumlah kromosom suatu individu tetap diploid. Artinya, ketika terjadi peleburan sel kelamin jantan dan betina yang masing-masingnya haploid, akan terbentuk individu diploid.

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa pada pembelahan meiosis terjadi pengurangan atau reduksi kromosom. Sel yang semula mengandung 2n kromosom (diploid), berubah menjadi n kromosom (haploid). Oleh karena itu, pembelahn meiosis dikenal juga sebagai pembelahan reduktif.

Demikian pembahasan mengenai mitosis dan meiosis.. ^_^ semoga bermanfaat.. Jangan lupa rate dan comment ya..

*) by: Mutiara Maghfira C.–Faculty of Animal Husbandry UNPAD

(dengan berbagai penyaduran dari berbagai literatur yang akan dicantumkan di bawah ini)

Diizinkan menyadur asalkan mencantumkan alamat blog ini, terimakasih…

DAFTAR PUSTAKA

 

Bandiati, Sri. 2007. Buku Ajar Genetika Ternak. Bandung : Sri Lestari Network.

Priadi, Arif. 2002. Biology 3. Bogor: Yudhistira.

Stent, S.Gunther. 1971. Molecular Genetics. USA: W.H. Freeman and Company.

Suryo. 2008. Genetika Strata 1. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Suryo. 2007. Sitogenetika. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Yatim, Wildan. 1969. Genetika. Bandung: Tarsito.

Julius, E.S. 1990. Mikrobiologi Dasar. Jakarta : Binarupa Aksara.

http://wildablog.blogspot.com/2009/12/perbedaan-mitosis-dan-meiosis.html ( diakses pada 23 Februari 2011, 10.20)

http://www.slideworld.org/viewslides.aspx/History-of-Genetics-ppt-217962 (diakses pada 21 Agustus 2011)

http://bioweb.wku.edu/faculty/bowker/120/mitosis.html(diakses pada 23 Februari 2011)

http://science.pppst.com/dna.html (diakses pada 21 Agustus 2011)

http://people.pppst.com/gregor-mendel.html (diakses pada 21 Agustus 2011)

http://www.hobart.k12.in.us/jkousen/Biology/mendel.htm (diakses pada 21 Agustus 2011)

http://www.pbs.org/wgbh/nova/body/how-cells-divide.html# (diakses pada 22 Agustus 2011)

http://www.pbs.org/wgbh/nova/baby/divi_text.html (diakses pada 22 Agustus 2011)

http://www.pbs.org/wgbh/nova/baby/divi_text_08.html (diakses pada 22 Agustus 2011)

http://www.pbs.org/wgbh/nova/baby/divi_text_09.html (diakses pada 22 Agustus 2011)

http://www.pbs.org/wgbh/nova/baby/divi_text_10.html (diakses pada 22 Agustus 2011)

http://www.pbs.org/wgbh/nova/baby/divi_text_11.html (diakses pada 22 Agustus 2011)

http://situsbiologiindonesia.blogspot.com/2009/09/pembelahan-mitosis.html (diakses pada 22 Agustus 2011)

http://nusiati.files.wordpress.com/2008/06/microsoft-word-mitosis.pdf (diakses pada 22 Agustus 2011)

http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0113%20Bio%203-1b.htm http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0113%20Bio%203-1b.htm (diakses pada 22 Agustus 2011)

http://iptekdakhlan.blogspot.com/2009/07/pembelahan-sel-i-pembelahan-sel-secara.html (diakses pada 22 Agustus 2011)