Tags

, , , , , , , , ,

Di musim penghujan ini, tentu sering sekali kita melihat banyak genangan air yang dibiarkan begitu saja. Tahukah? Genangan air yang notabene ada disekitar kita yang disepelekan begitu saja bisa berdampak buruk jika tidak segera kita bersihkan. Kenapa? Karena, dikhawatirkan tempat tersebut menjadi perindukan nyamuk demam berdarah. Nyamuk demam berdarah sangat suka berkembang biak pada air bersih yang tergenang.

Memang, pada musim hujan, air bersih itu tersapu sehingga perindukan nyamuk berkurang. Yang harus diwaspadai adalah genangan air bersih yang ada di vas atau pot bunga, di rumah serta cekukan. Puncak demam berdarah ini biasanya terjadi saat perubahan musim hujan ke musim kemarau. Menurut WHO, di Asia Tenggara diperkirakan setiap tahun terdapat sekitar 50-100 juta kasus Demam Dengue (DD), dan tidak kurang dari 500.000 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) memerlukan perawatan di rumah sakit. Dalam kurun waktu 20-25 tahun ini, DBD merupakan penyebab utama sakit dan kematian anak di Asia Tenggara.

Apa Perbedaan DD dan DBD?

Demam dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk. Merupakan penyakit akut yang timbul tiba-tiba yang biasanya gejala awalnya tidak berbahaya dengan ditandai sakit kepala, namun berangsur menjadi demam, kelelahan, nyeri sendi dan otot yang parah, kelenjar-kelenjar yang membengkak (lymphadenopathy), dan ruam. Kehadiran tiga gejala khas dengue, dari demam, ruam, dan sakit kepala (dan nyeri-nyeri lain) adalah karakteristik utama.

Dengue (read:DENG-gay) menyerang seseorang dengan tingkat kekebalan (imunitas) yang rendah. Karena dengue ini disebabkan oleh salah satu dari empat tipe-tipe sero dari virus, dan sangat mungkin jika kita terserang demam dengue untuk beberapa kali. Bagaimanapun, serangan dari dengue menghasilkan imunitas (kekebalan) untuk seumur hidup pada tipe sero tertentu.

Demam berdarah dengue atau dengue hemorrhagic fever adalah bentuk yang lebih parah dari penyakit virus. Manifestasi-manifestasi termasuk sakit kepala, demam, ruam, dan bukti dari perdarahan (hemorrhage) dalam tubuh. Petechiae (blister-blister merah atau ungu yang kecil dibawah kulit), perdarahan di hidung atau gusi-gusi, feces-feces yang hitam, atau mudah memar, semua hal tersebut adalah kemungkinan tanda-tanda perdarahan (hemorrhage). Bentuk demam dengue ini dapat megancam nyawa.

Penting : Mengenali Penyebabnya

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa demam berdarah ini disebabkan oleh virus yang bernama virus dengue. Virus ini memiliki empat serotipe yang dikenal dengan DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Virus dengue serotipe den-3 merupakan serotipe yang dominan di Indonesia dan paling banyak berhubungan dengan kasus berat.

Antibodi terhadap masing-masing serotipe tidak dapat saling memberikan perlindungan silang, artinya, penderita dari serotipe yang satu dapat terkena oleh jenis serotipe yang lain. Selama ini, tiap serotipe virus Dengue tersebut mempunyai tingkatan gejala klinis yang berbeda-beda, dari yang ringan sampai yang berat.

Virus menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah. Pembuluh darah mengalami “kebocoran” sehingga cairan darah merembes keluar dan dapat mengakibatkan syok. Virus juga dapat mengganggu fungsi trombosit sehingga dapat mengalami pendarahan-pendarahan. Virus dengue sendiri diularkan kepada manusia melalui perantara nyamuk Aides aegypi .

Ayo! Kenali Gejalanya dengan Baik!

Penting sekali mengenali gejala demam berdarah dengan baik. Dan, dengan mengenali atau memahami gejala dengan baik ini, seharusnya bisa mengurangi angka demam berdarah di  masyarakat. Mengapa bisa demikian? Karena, ternyata masih banyak masyarakat yang menyepelekan gejala awal terjangkitnya demam berdarah ini.

Misalnya, keluhan yang sering terjadi pada penderita demam berdarah adalah terjadinya kenaikan suhu tubuh. Biasanya masyarakat menunggu hingga bintik merah muncul sebagai tanda perdarahan, tapi terkadang ada anggapan bahwa jika panas kemudian turun maka arinya ada perbaikan. Padahal pada demam berdarah, begitu turun panas, itu merupakan tanda mulai memasuki fase bahaya karena terjadi kebocoran dari cairan pembuluh darah karena perembesan tadi dan trombosit turun saat panas turun. Ini harus waspada sehingga setiap saat harus dipantau.

Setelah terinfeksi selama 3-15 hari, orang yang tertular dapat mengalami atau menderita penyakit ini dengan berbagai jenis gejala. Infeksi virus dengue mempunyai spektrum klinis yang luas mulai dari asimptomatik atau bentuk abortif dimana penderita tidak merasakan gejala apapun (silent dengue infection), demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD), dan demam berdarah dengue disertai syok (sindrom syok dengue, SSD).

Tabel 1. Manifestasi klinis infeksi virus dengue

Spektrum Klinis
Manifestasi Klinis
DD • Demam akut selama 2-7 hari, disertai dua atau lebih manifestasi berikut: nyeri kepala, nyeri retroorbita,   mialgia, manifestasi perdarahan, dan leukopenia.
• Dapat disertai trombositopenia.
• Hari ke-3-5 ==> fase pemulihan (saat suhu turun), klinis membaik.
DBD • Demam tinggi mendadak selama 2-7 hari disertai nyeri kepala, nyeri retroorbita, mialgia dan nyeri perut.
• Uji torniquet positif.
• Ruam kulit : petekiae, ekimosis, purpura.
• Perdarahan mukosa/saluran cerna/saluran kemih : epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis, melena, hematuri.
• Hepatomegali.
• Perembesan plasma: efusi pleura, efusi perikard, atau perembesan ke rongga peritoneal.
• Trombositopenia.
• Hemokonsentrasi.
• Hari ke 3-5 ==> fase kritis (saat suhu turun), perjalanan penyakit dapat berkembang menjadi syok
SSD • Manifestasi klinis seperti DBD, disertai kegagalan sirkulasi (syok).
• Gejala syok :
  • Anak gelisah, hingga terjadi penurunan kesadaran, sianosis.
  • Nafas cepat, nadi teraba lembut hingga tidak teraba.
  • Tekanan darah turun, tekanan nadi < 10 mmHg.
  • Akral dingin, capillary refill turun.
  • Diuresis turun, hingga anuria.

Keterangan:

  • Manifestasi klinis nyeri perut, hepatomegali, dan perdarahan terutama perdarahan GIT lebih dominan pada DBD.
  • Perbedaan utama DBD dengan DD adalah pada DBD terjadi peningkatan permeabilitas kapiler sehingga terjadi perembesan plasma yang mengakibatkan haemokonsentrasi, hipovolemia dan syok.
  • Uji torniquet positif : terdapat 10 – 20 atau lebih petekiae dalam diameter 2,8 cm (1 inchi).

Bagaimana Memastikan Saya Terkena Demam Berdarah?

Langkah dasar yang harus kita lakukan tentu saja dengan memahami gejalanya dengan baik dan peka terhadap gejala yang kita alami. Untuk benar-benar memastikan diagnosa demam berdarah, dibutuhkan uji klinis. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi, terdapatbintik atau bercak pendarahan di bawah kulit. Pada pemeriksaan laboratorium, ditemukan jumlah trombosit yang menurun dan nilai hematokrit yang cenderunng meningkat. Selain itu dapat pula dilakukan pemeriksaan serologi seperti Dengue blot tes untuk memastikan diagnosa demam berdarah jika terindikasi secara klinis. Mendiagnosis demam berdarah secara dini lebih baik daripada menunggu penyakit tersebut akut dan menyebabkan kematian.

Pengobatan?

Sampai saat ini belum ada obat spesifik bagi penderita demam berdarah. Banyak orang yang sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu. Tindakan pengobatan yang umum dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah pemberian cairan tubuh (lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah, konsumsi obat yang mengandung acetaminofen (misalnya tilenol) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam serta banyak istirahat. Aspirin dan obat anti peradangan nonsteroidal seperti ibuprofen dan sodium naproxen justru dapat meningkatkan risiko pendarahan. Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah akibat pendarahan yang terjadi. Seseorang yang terkena demam berdarah juga harus dicegah terkena gigitan nyamuk, karena dikhawatirkan dapat menularkan virus dengue kepada orang lain yang sehat.

Yuk! Lebih Baik Kita Cegah!

Hingga kini, belum ada vaksin atau obat antivirus bagi penyakit ini. Tindakan paling efektif untuk menekan epidemi demam berdarah adalah dengan mengontrol keberadaan dan sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu:

  • Lingkungan

Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan mengendalikan vektor nyamuk, antara lain dengan menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup dengan rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah, dan perbaikan desain rumah.

  • Biologis

Secara biologis, vektor nyamuk pembawa virus dengue dapat dikontrol dengan menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri.

  • Kimiawi

Pengasapan (fogging) dapat membunuh nyamuk dewasa, sedangkan pemberian bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air dapat membunuh jentik-jentik nyamuk. Selain itu dapat juga digunakan larvasida.

Selain itu oleh karena nyamuk Aedes aktif di siang hari beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah menggunakan senyawa anti nyamuk yang mengandung DEET, pikaridin, atau minyak lemon eucalyptus, serta gunakan pakaian tertutup untuk dapat melindungi tubuh dari gigitan nyamuk bila sedang beraktivitas di luar rumah. Selain itu, segeralah berobat bila muncul gejala-gejala penyakit demam berdarah sebelum berkembang menjadi semakin parah.

Wallahu’alam.. Semoga bermanfaat…

by:

Mutiara Maghfira Chairunnissa

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

sumber:

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs117/en/

http://en.wikipedia.org/wiki/Dengue_fever

http://www.medicinenet.com/dengue_fever/article.htm

http://www.tanyadokteranda.com