Bulan ini, berkali-kali Yara dihadapkan dengan kondisi yang menggoda lisan untuk mengumpat, menguras mata dengan tangisan. Alhamdulillah, insya Allah membuat yara jadi lebih belajar bagaimana menyikapi masalah dengan sabar yang aplikatif bukan hanya sekedar teori “sabar” yang sering dinasihatkan oleh siapapun untuk menghibur hati temannya yang dilanda musibah. Selain itu yara juga jadi semakin belajar di bulan ini untuk kata “maaf”. Bulan ini, entah mengapa justru yara akhirnya berhadapan juga (berkali-kali) dengan kondisi dimana yara kecewa dengan sikap banyak orang yang benar-benar berada di lingkungan terdekat yara sendiri. Tapi, alhamdulillah banyak hal yang mengingatkan yara bahwa yara menyayangi mereka semua hingga akhirnya yara ingat untuk menjaga hubungan baik yang terjalin selama ini. Akhirnya yara bilang, “Yah, namanya juga temen, salah-salah dikit maafin aja, kalau ada kesempatan tepat baru nasihatin. Jangan jadi peniru hal buruk, kesel bales ngeselin.” Sabar yara… Betul deh, sabar…🙂 Dan akhirnya hari ini yara harus muter otak lagi… Doain dapet jalan keluar yah…

Semoga hari ini diberi petunjuk untuk bagaimana caranya bisa ga izin kuliah dan praktikum, memenuhi amanah ayah untuk ke Jakarta, hadir di dauroh hari Sabtu ini, mengumpulkan laporan progress PMW bulan ini ke rektorat.  Maa Syaa Allah… Bulan April ini luar biasa… SEMANGAT!