Namanya juga berteman, jika ada sedikit kesalahan yang diperbuat temannya, maafkan saja, saya ini siapa sih sampai “sombong” sekali untuk tidak mau memaafkan? Bukankah Allah Maha Pemaaf?

Namanya juga berteman, jika ada aib temannya terlihat oleh kita, simpan saja. Bukankah kita ini terlihat mulia karena Allah lah yang menyembunyikan aib kita? Bukankah jika Allah membuka satu saja aib milik kita (dari sekian banyak aib yang kita miliki), kita tidak akan sanggup menanggung malu?

Semoga kita dijauhkan dari sifat hina manusia yang memakan bangkai temannya sendiri. Dan, tahukah kamu sifat seperti apakah “memakan bangkai teman sendiri” itu? Yaitu sifat seseorang yang membuka aib temannya dihadapan orang lain, menjatuhkan martabat temannya didepan orang lain! Na’udzubillah…

Oleh karenanya, menutupi aib orang lain, menjaga nama baiknya, dalam pandangan Islam merupakan akhlaq yang sangat mulia. Sebaliknya, membeberkan aib, kejelekan teman atau saudaranya, dengan alasan yang tidak hak merupakan perbuatan yang sangat tercela.

Mereka yang mencari-cari kesalahan orang lain, membongkar dan membeberkan kesalahan orang, menggunjingkan dan menyebarkan aib orang, diseterakan dengan orang yang memakan bangkai temannya sendiri.

Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan oranglain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah mereka merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
(QS al-Hujuraat: 12)

Semoga Allah melindungi dan menjaga kita semua agar terhindar dari salah satu sifat buruk ini… Aamiin..