Segala puji hanya bagi Allah, dan shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan para pengikutnya. Amma ba’du.

Wahai saudaraku seislam, setelah kita mengetahui empat perkara yang wajib dipelajari oleh tiap-tiap muslim yaitu; ilmu, beramal dengannya, mendakwahnya dan bersabar atas segala ujian padanya. Maka ketahuilah masih ada tiga perkara yang wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari serta mengamalkannya.

Tiga perkara yang dimaksud yaitu :
Pertama, kita harus meyakini bahwa Allah lah yang telah menciptakan kita serta memberikan rizki kepada kita, dan Dia tidaklah meninggalkan kita dalam keadaan sia-sia bahkan Dia mengutus kepada kita seorang Rasul yang membimbing kepada jalan yang lurus, siapa saja yang mentaati Rasul tersebut niscaya ia akan memasuki jannah dan siapa saja yang memaksiatinya maka ia akan memasuki neraka. Sebagaimana firman Allah :

إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُولًا. فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا
“sesungguhnya Kami mengutus kepada kalian seorang Rasul untuk menjadi saksi, sebagaimana halnya Kami telah mengutus seorang Rasul kepada fir’aun. Akan tetapi fir’aun bermaksiat (ingkar) terhadap Rasul tersebut, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang pedih”. [al muzammil:15-16]

kedua, kita wajib mengetahui bahwasanya Allah tidaklah ridho jika ada sesuatu yang disekutukan dengan Nya dalam peribadahan kita kepada Nya, sekalipun yang disekutukan itu adalah seorang Nabi utusan Nya atau malaikat yang dekat dengan Nya. Dan konsekuensinya adalah kita harus mengesakan Allah dalam ibadah. Allah berfirman :

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“dan sesungguhnya masjid-masjid itu hanya untuk (peribadahan kepada) Allah, maka janganlah kalian menyeru sesuatu apapun untuk disekutukan dengan Allah”. [al jin:18]

ketiga, kita harus mengetahui bahwa tidak boleh bagi siapa saja yang mentaati Allah dan Rasul Nya untuk berloyalitas kepada orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul Nya, sekalipun dia adalah orang yang paling dekat dengannya. Allah telah berfirman :

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Engkau tidak akan mendapati satu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul Nya, walaupun orang-orang itu adalah bapak-bapak mereka atau anak-anak mereka atau saudara-saudara mereka ataupun keluarga mereka. Mereka adalah golongan manusia yang telah Allah tanamkan keimanan pada hati mereka dan Allah kokohkan mereka dengan ruh darinya, dan Allah pun memasukkan mereka kedalam jannah-jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dan mereka pun kekal didalamnya. Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah, mereka itulah golongan Allah. Dan ketahuilah sesungguhnya golongan Allah adalah orang-orang yang beruntung”. [al mujadilah:22]

Wahai saudaraku seislam yang dirahmati Allah, ketahuilah sesungguhnya hakikat agama islam yang lurus yang merupakan agamanya Nabi Ibrahim adalah engkau beribadah hanya kepada Allah dengan mengikhlaskan agama untuk Nya. Dan dengan inilah Allah memerintahkan seluruh umat manusia, serta untuk tujuan inilah Allah menciptakan mereka. Allah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“tidaklah aku menciptakan umat jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah kepada Ku”. [adz dzariyat:56]

Para ahli tafsir menyebutkan bahwa makna agar mereka beribadah kepada Ku, yaitu agar mereka mengesakan Allah dalam ibadah. Inilah Tauhid, yang mana tauhid merupakan perkara terbesar yang diperintahkan Allah kepada para hamba Nya.

Dan makna tauhid adalah engkau menjadikan Allah sebagai satu-satunya dzat yang diibadahi.

Kemudian perlu kita ketahui pula bahwa disana ada perkara terbesar yang dilarang oleh Allah agar kita melakukannya, yaitu syirik yang bermakna; engkau menyekutukan sesuatu dengan Allah didalam ibadah. Dan Allah telah berfirman :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
“dan beribadahlah kalian kepada Allah dan janganlah menyekutukan sesuatu apapun dengan Nya”. [annisa:36]
Wallahul Muwaffiq.

[disadur oleh Imam Syuhada Al Iskandar, lihat kitab Tsalatsah al Ushul karya Syekh Muhammad at Tamimi rahimahullah]

—-

disadur dari blog AL-Ustadz Syuhada Abu Syakir AL-Iskandar http://imamsyuhada.wordpress.com