Tags

, , , ,

diagnosa

Diagnosa adalah suatu proses untuk menentukan dan mengamati perubahan yang terjadi pada  ternak  atau  hewan     melalui  tanda-tanda  atau  gejala  klinis  yang  terlihat  sehingga  suatu penyakit  dapat diketahui penyebabnya. Ketepatan diagnosa sangat tergantung pada banyak hal antara lain :

  1. Sejauhmana anamnese dapat dilakukan secara tepat
  2. Gejala klinis yang nampak dari penyakit tersebut
  3. Pemeriksaan pasca mati serta ketetapan
  4. Kecepatan hasil pemeriksaan di laboratorium, dan kualitas spesimen yang dikirim ke Laboratorium

Langkah – langkah yang digunakan untuk melakukan diagnosa, yang pertama adalah mengamati perubahan tingkah laku, lalu patologi anatomi dan patologi klinis. Setelah mendapati ternak yang disangka sakit, maka kita harus melakukan anamnesa. Anamnesa disini adalah pengkajian dalam rangka mendapatkan data ternak yang disangka sakit dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada anak kandang baik itu berupa pola makan ternak, perubahan tingkah laku ternak, dan lainnya. Dari anamnesa, kita ambil spesimen dari ternak tersebut dan melakukan diagnosa fisik juga diagnosa lab. Spesimen ini memiliki prinsip pengumpulan yang penting untuk diketahui, yaitu:

1. Spesimen tergantung dari jenis penyakit dan mengalami lesi

2. Dalam keadaan aseptik

3. Diberi identitas

4. Disimpan di dalam termos es

5. Hati-hati terhadap pencemarannya

 Dari hasil kedua diagnosa, lakukan pengobatan tentatif atau pengobatan secara klinis hingga akhirnya melakukan diagnosa tentatif. Setelah mendapatkan diagnosa tentatif, lakukanlah prognosa. Prognosa adalah ramalan penyakit pada ternak. Dalam prognosa ini, kita menentukan ramalan penyakit bagaimanakah yang akan diderita ternak tersebut. Prognosa ini terbagi menjadi tiga. Jika ramalan penyakit  tersebut berdasarkan diagnosa memiliki kemungkinan untuk sembuh, maka disebut Fausta. Sebaliknya, jika ramalan penyakit tersebut menunjukkan bahwa ternak tersebut tidak bisa sembuh, atau meskipun sembuh akan memerlukan biaya yang sangat tinggi sehingga menjadi tidak ekonomis dan merugikan, maka disebut infausta. Tetapi, jika ramalan penyakit tersebut meragukan apakah bisa sembuh atau tidak, maka disebut prognosa dubius. Dari prognosa ini, dilakukanlah diagnosa definitif hingga akhirnya dilakukan pengobatan bagi ternak tersebut.

Ditulis oleh :

Mutiara Maghfira Chairunnissa
Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran ’2010
Perhatian :
Budayakan mencantumkan penulis atau sumber ketika menyadur informasi.
Dalam artikel ini, terdapat beberapa penyaduran dari materi kuliah