hati

Diriwayatkan dari Abu Juhaifah Rohimahullah, beliau mengatakan: ” Ali Rodhiyallahu ‘anhu berkata :’ sesungguhnya sesuatu yg pertama kali diharuskan atas kalian dari urusan jihad adalah berjihad dengan tangan tangan kalian, Kemudian berjihad dengan lisan lisan kalian, kemudian berjihad dengan hati hati kalian. Maka barangsiapa yg hatinya tidak mengetahui yg ma’ruf dan tidak mengingkari yg mungkar maka hati itu akan terbalik. Bagian atasnya menjadi bagian bawahnya’.”

Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu mendengar seseorang berkata: “binasalah orang yg tidak memerintahkan yg ma’ruf dan tidak mencegah yg mungkar”. Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu menimpali: ” Binasalah siapa saja yg hatinya tidak dapat mengenali mana yg ma’ruf dan mana yg mungkar”.

Ibnu Rajab Al-Hambali Rohimahullah menjelaskan: “Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu mengisyaratkan bahwa mengetahui perkara yg Ma’ruf dan yg mungkar dengan hati merupakan perkara yg wajib. Tidak gugur kewajiban tersebut dari seorangpun. Maka barangsiapa yg tidak dapat mengenalinya, dia akan binasa. Adapun mengingkari kemungkaran dengan lisan dan tangan kewajiban tersebut hanyalah disesuaikan dengan kemampuan. Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu juga mengatakan:” hampir hampir saja orang yg hidup diantara kalian akan menyaksikan kemungkaran yg tidak mampu untuk diingkarinya. Hanya saja Allah mengetahui dari hati orang tersebut bahwa dia sangat membenci kemungkaran itu.”

{Jami’ul ‘ulum wal hikam. Halm 258-259}

Reblogged from: http://belajarmanhajsalaf.wordpress.com/2011/03/12/wajib-menolak-kemungkaran-dengan-hati-apapun-kondisinya/

artikel ini saya repost dari :

http://hanifatunnisaa.wordpress.com/2013/03/24/wajib-menolak-kemungkaran-dengan-hati-apapun-kondisinya/